Belajar Dari Sejarah Kapal Selam Pasopati

Monkasel Surabaya

Saat menelusuri bagian demi bagian ruang kabin di dalam kapal selam pasopati yang kini telah menjadi Monumen Kapal Selam di Surabaya, seolah mengajak kita kembali ke suasana tempo dulu. Saat itu, ditahun 1960an bangsa kita sempat menjadi macan asia karena Angkatan Laut kita telah memiliki Kapal Selam Pasopati, dan itu dianggap sebuah ancaman untuk negara lain.

Pada awal Januari 2022, Tim SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban berkesempatan mengunjungi Monumen Kapal Selam yang berada di Jalan Pemuda No. 39, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Jawa Timur. Monumen ini sebenarnya merupakan kapal selam KRI Pasopati 410, salah satu armada Angkatan Laut Republik Indonesia buatan Uni Soviet tahun 1952. Kapal selam ini pernah dilibatkan dalam Pertempuran Laut Aru untuk membebaskan Irian Barat dari pendudukan Belanda.

Sekilas Tentang Kapal Selam Pasopati

Pada saat itu, kapal selam KRI Pasopati 410 memiliki tugas utama untuk menghancurkan garis musuh, pengawasan, dan penggerebekan secara diam-diam. Kapal selam ini menjadi salah satu tulang punggung kekuatan TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

KRI Pasopati dengan nomor lambung 410 termasuk jenis SS tipe Whiskey Class yang dibuat di Vladi Wostok, Rusia pada tahun 1952. Pernah dilibatkan dalam Operasi Trikora, yang bermula saat Belanda melakukan pelanggaran pada tahun 1961 di Irian Barat. Seperti Mimpi yang dialami oleh Pak Drajat Budiyanto yang merupakan mantan KKM KRI Pasopati 410 (buatan Rusia) ini dan juga mantan KKM KRI Cakra 401 (buatan Jerman Barat), beliau bermimpi diperintahkan oleh KSAL pada waktu itu untuk membawa kapal selam ini melayari Kali Mas. Ternyata mimpi itu menjadi kenyataan. Dia ditugaskan untuk memajang kapal selam di samping Surabaya Plaza. Caranya dengan memotong kapal selam ini menjadi beberapa bagian, kemudian diangkut ke darat, dan dirangkai lalu disambung kembali menjadi kapal selam yang utuh.

Pembangunan Monkasel dimulai pada tanggal 1 Juli 1995 ditandai dengan peletakan batu pondasi pertama oleh Gubernur Jawa Timur, Basofi Sudirman, bersama Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda (Laksda) TNI Gofar Soewarno dan baru dibuka pada tanggal 15 Juli 1998.

Monumen Kapal Selam kemudian diresmikan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Arief Kushariadi, pada 27 Juni 1998. Pembangunan Monumen Kapal Selam dimulai dengan memotong bagian KRI Pasopati 410 menjadi 16 bagian, kemudian disatukan kembali di PT PAL Indonesia yang kemudian dibawa ke lokasi untuk dirakit ulang hingga menjadi wujud utuh KRI Pasopati.

Monkasel kini dapat dinikmati masyarakat umum. Masyarakat dapat melihat berbagai isi dalam kapal selam, seperti ruang haluan torpedo, kamar mesin listrik, ruang komandan, hingga ruang awak kapal. Menurut kami, Monkasel sangat cocok menjadi salah satu pilihan tempat liburan Anda bersama keluarga atau teman. Selain untuk berekreasi, Anda juga akan mendapat wawasan sejarah baru tentang kapal selam di Indonesia.

Belajar Dari Sejarah Kapal Selam Pasopati
Kembali ke Atas